Menabung Rindu


Rindu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti ; sangat ingin dan berharap akan bertemu.

Rindu, kata yang begitu sederhana, hanya terdiri dari 5 abjad. Tapi tak sesederahana itu rasa yang bergejolak dalam dada. Setiap insan di muka bumi ini, tak peduli pejabat negara sampai rakyat biasa sepertiku pernah menghirup rindu yang mengisi setiap sudut dalam relung hati.

Rindu yang tercipta karena saling sibuk dengan berbagai hal, seperti aktivitas organisasi didalam kampus maupun diluar kampus yang menyita waktu, ikut lembaga kemasyarakata, kerja paruh waktu untuk menambah penghasilan dan pengalaman, membangun bisnis. Kesibukan yang kau lakoni sekarang, aku selalu mendukungmu. Apa salahnya jika saling mendukung dan memompa semangat satu sama lain ?

Tak dapat dipungkiri kalau kesibukan dan banyaknya tanggung jawab di antara kita tak pernah ada habisnya. Mereka selalu datang setiap hari, setiap menit dan detik. Rencana pertemuan dengan kamu bahkan tak jarang cuma jadi wacana.

Hidupmu tak selalu bersamaku,  ada talenta dalam dirimu yang juga wajib dikembangkan sebagai pribadi yang lebih baik. Bukankah hubungan yang baik adalah hubungan yang tetap memberi ruang untuk mengejar mimpi.
Menjalani hubungan dengan memberi kesempatan untuk mengejar mimpi. Kamu bukan pergi untuk alasan macam-macam. Aku jelas tahu bahwa kau meninggalkanku sebab urusan kewajiban.

Sebelum tiba waktunya kita untuk saling menemukan mata, kau dan aku hanya harus bersabar menambah tabungan rindu.

Tak perlu mengkhawatirkanku berlebihan. Gadismu ini sudah terbiasa  menghadapi kesepian. Sementara kau sibuk menuntaskan impian, aku pun tak akan tinggal diam. Tamatkanlah dulu segala urusan dalsm dirimu. Sementara itu, aku akan menunggu — sembari terus memantaskan diri untukmu. Beri aku waktu. Melunasi mimpi-mimpiku sendirian, memperbaiki segala kekurangan. Aku tahu, masih banyak kekurangan dalam diriku. Aku lebih ingin menambal kekurangan-kekurangan itu. Memperbaiki kualitas diri agar lebih bisa mengimbangimu. Tak akan kubiarkan kau malu atau kesusahan karena memiliki pasangan hidup sepertiku.

Rindu? Pasti.
Intensitas pertemuan kita kini memang semakin jarang bahkan hanya untuk bertatap muka, kita bertukar sapa hanya melalui layar virtual, ada rasa bahagia tersendiri saat namamu muncul dilayar HP.

Terkadang kata Rindu sesederhana ini bisa jadi sulit diucapkan. Saat jarak dan kesibukan jadi penghalang. Hati sudah berteriak kencang ingin meluapkan rasa. Namun otak dan lidah kelu.
Ada masa saat mengungkapkan rindu terdengar egois sekali. Semakin dewasa bahkan rasa kangen harus dipikirkan berulang kali sebelum diungkapkan jadi kata dan dibiarkan menguar ke udara. Perasaan paling nyata macam ini bisa terdengar egois sekali. Dan aku lebih memilih untuk menanti.

Jadi, kapan hendak memecah tabungan rindu lalu bertemu?
Menikmati, makan malam lesehan dipinggir jalan, dibawah lampu jalanan kota, dengan menu sederhana  nasi pecel dipinggir jalan, dengan pincuk daun pisang, nasi putih pulen yang masih panas, sayur kecambah, diairam saus sambal kacang , lauk tempe dan rempeyek terasa lezat dinikmati bersamamu.
Duduk bersisian atau bertatap muka, sharing tentang apa yang sudah kita lakoni, tak jarang kau menanyakan apa imipian ku semeter ini, apa targetanku, kau yang selalu mengingatkanku untuk tidak boros, untuk tidak minum es. Walaupun kadanh pada akhirnya kita berselisih pendapat. Wajar bukan berselisih pendapat toh kita memang 2 manusia yang berbeda. Bukan kah cemburu, rindu dan pertikaian adalah semakin menguatkan kita?

Kalau pertemuan memang sudah terjadwalkan, aku tak keberatan jika kini mesti menambah tabungan rindu . Kau boleh menuntaskan rapat organisasimu,  berpusing lembur tugas statistik sampai malam.
Cinta dewasa adalah cinta yang bertahan dalam berbagai keadaan.
Dan aku selalu berterimakasih, kamu meluangkan waktu disela-sela kesibukanmu .

Selamat bersibuk lelakiku 😙😘😍
Aku akan bersabar memenuhi tabungan rinduku, sampai kita bertemu lalu memecah tabungan rindu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Hati Anak Tunggal

Lelaki Sejati Tidak Bermain Barbie.

Nilai Dasar Pergerakan (NDP) sebagai KOMPAS Pengungat dan Petunjuk Insan Pergerakan